–Penulis: Yan | Editor: Nanang Sofyan-
KONKEP, PORTALWAWONII.COM – Kebutuhan akan perlindungan kawasan pesisir, ketersediaan air bersih, hingga upaya menjaga warisan bahasa daerah menjadi sejumlah persoalan yang disuarakan masyarakat Desa Tapumbatu, Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep).
Berbagai kebutuhan tersebut mengemuka saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konkep, dari Partai Nasdem, Arwadi melakukan reses untuk masa sidang III pada Selasa (3/11/2026).
Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan yang mereka hadapi kepada wakil rakyat. Aspirasi yang disampaikan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga persoalan kebutuhan dasar serta keberlangsungan identitas budaya lokal Wawonii.
Salah satu usulan yang menjadi perhatian masyarakat adalah pembangunan talud atau tanggul pantai. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk melindungi kawasan pesisir dan permukiman warga dari ancaman kerusakan akibat kondisi alam.
Selain persoalan pesisir, keterbatasan akses air bersih juga menjadi perhatian warga. Masyarakat mengusulkan pengadaan mesin pompa air beserta sarana pendukung sumur untuk membantu memenuhi kebutuhan air sehari-hari, terutama ketika menghadapi musim kemarau dan kekeringan.
Bahkan, warga mengusulkan pembangunan sekitar 20 titik sumur di Desa Tapumbatu. Usulan ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan sumber air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan penting masyarakat.
Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan tersebut, masyarakat juga menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan pelestarian budaya. Mereka mengusulkan agar bahasa daerah dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

Usulan tersebut menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan bahasa daerah sebagai warisan budaya lokal yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Anggota dewan Konkep, Arwadi menyampaikan bahwa seluruh usulan masyarakat akan menjadi bahan perhatian untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
“Untuk tindak lanjut setiap usulan tetap akan disesuaikan dengan kewenangan pemerintah daerah, mekanisme perencanaan pembangunan, serta kemampuan keuangan daerah,” ujar Arwadi.
Galeri RSUD: Selamat Bergabung Dokter Spesialis Anak di RSUD Kankep
Menurutnya, kegiatan reses merupakan kesempatan penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah pemilihan (dapil).
Melalui pertemuan seperti ini, kebutuhan warga dapat diketahui secara lebih dekat sehingga aspirasi yang disampaikan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan dan penyusunan program pembangunan daerah.
Dijelaskan Arwadi, kunjungan kerja ini menjadi harapan warga Desa Tapumbatu karena menjadi ruang bagi masyarakat untuk menitipkan harapan tentang pembangunan yang lebih menyentuh kebutuhan mereka. Mulai dari perlindungan kawasan pesisir, pemenuhan air bersih, hingga menjaga bahasa daerah agar tidak hilang ditelan perubahan zaman.
“Aspirasi masyarakat ini akan menjadi pekerjaan rumah untuk dikawal agar tidak berhenti sebatas catatan dalam forum reses, tetapi dapat diperjuangkan melalui proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah,” terang Arwadi.





Tinggalkan Balasan