Breaking News

Warga Bukit Permai Butuh Sekolah, Wahyu Rizkiana Desak Pemkab Konkep Segera Bangun Gedung SD

Bukit Permai Foto 1 Watermark
Bagikan
Lihat Tersimpan

-penulis: Yan | Editor: Nanang Sofyan-

Suara Warga Bukit Permai: “Bangunkan Sekolah untuk Anak-Anak Kami”, Wahyu Rizkiana Mendesak Pemerintah Segera Bangun Fasilitas Pendidikan SD di Bukit Permai

KONAWE KEPULAUAN, PORTALWAWONII.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) mendapat tantangan dari mayoritas warga Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat, agar menghadirkan sarana fasilitas pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD). Selasa (03 November 2026).

IKLAN
Iklan Portal Wawonii Slot 1

Desakan warga Bukit Permai itu bukan kali pertama disuarakan warga. Sebab selama ini masyarakat Desa Bukit Permai yang menyekolahkan anak-anaknya mengalami tantangan yang cukup berat karena harus mengantar-jemput setiap hari lantaran jarak tempuh dengan lokasi SD terdekat cukup jauh sekitar 5 kilo meter.

“Bangunkan rumah sekolah SD untuk anak-anak kami, Bu’ dewan. Kami orang tua disini harus mengantar dan menjemput kembali saat jam pulang karena jarak tempuh dengan rumah sekolah anak kami jauh sekali kasian,” keluh warga nyaris serentak dihadapan Wahyu Rizkiana dalam kunjungan Resesnya. Senin malam (2/11).

Dalam Reses masa sidang III dewan Konkep, Wahyu Rizkiana yang juga anggota Komisi III yang membidangi sektor pendidikan, mengapresiasi warga Desa Bukit Permai karena fokus usulan warga setempat merupakan usulan yang sifatnya prioritas. Di tambah lagi permintaan warga itu merupakan kebutuhan fasilitas umum sarana pendidikan sekolah dasar.

Foto Reses Wahyu di Bukit Permai
Foto bersama Anggota DPRD Konkep, Wahyu Rizkiana, S. Pt (tengah) dengan warga yang mengikuti reses di Desa Bukit Permai, Kecamatan Wawonii Barat. FOTO: Dok. Wahyu Rizkiana

Ligislator perempuan dari Partai HANURA ini mengakui keberadaan Desa Bukit Permai yang berada didalam kawasan ibu kota kabupaten itu dengan makin bertambahnya penduduk maka ia pastikan akan bertambah pula jumlah anak wajib sekolah. Oleh karena itu, Wahyu Rizkiana sangat mendukung permintaan warga kepada pemerintah setempat agar dibangunkan sarana pendidikan gedung SD di wilayah bukit permai.

IKLAN
Iklan Portal Wawonii Slot 2

“Prinsipnya saya sangat setuju dan mendukung atas permintaan warga dibangunkan SD di wilayah mereka. Kita tau jarak SD dengan Desa Bukit Permai sangat jauh. Bahkan kita bisa lihat hari-hari dihalaman SD banyak orang tua menjemput anaknya. Kalau tidak dijemput bahaya juga dibiarkan pulang sendiri lewat halan poros kendaraan juga banyak, bahaya bagi anak-anak. Jadi tidak ada alasan kita tidak mendukung permintaan warga Bukit Permai,” jelas Wahyu Rizkiana saat diwawancara wartawan.

BACA JUGA: Rapat Kerja Komisi III DPRD Konkep Bersama Dinas Kesehatan – Setahun Rampung, Dewan Soroti Gedung Labkesda yang Belum Difungsikan

Pembangunan Sekretariat KAHMI Konkep Dimulai, Kordinator Presidium Tegaskan KAHMI Siap Berkontribusi untuk Daerah

Galeri RSUD: Selamat Bergabung Dokter Spesialis Anak di RSUD Kankep

“Sudah saatnya Desa Bukit Permai memiliki sekolah dasar sendiri. Jangan sampai anak-anak kita harus terus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan hak pendidikan. Ini bukan sekadar persoalan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan generasi muda kita,” tambah Wahyu Rizkiana dengan tegas.

Ia mengungkapkan, persoalan tersebut bukan kali pertama disuarakan. Setiap kali melaksanakan kegiatan reses di Desa Bukit Permai, keluhan mengenai sulitnya akses pendidikan selalu menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat disana.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan SD di Desa Bukit Permai semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah anak usia sekolah. Terlebih, penerapan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru berpotensi menambah persoalan apabila tidak didukung ketersediaan sekolah di wilayah tempat tinggal masyarakat.

“Bagaimana anak-anak kita bisa mendapatkan kemudahan akses pendidikan melalui sistem zonasi apabila di desa mereka sendiri tidak tersedia sekolah dasar? Pemerintah harus melihat persoalan ini secara serius. Jangan sampai kebijakan pemerataan pendidikan justru sulit dirasakan masyarakat karena keterbatasan fasilitas rumah sekolah,” ujarnya.

Wahyu juga mengungkapkan, persoalan ini telah berulang kali disampaikan dalam forum rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun rapat-rapat forum lainnya bersama pemerintah setempat.

“Persoalan ini sudah pernah saya sampaikan setiap kali rapat kerja. Namun, sampai hari ini belum terlihat adanya rencana kegiatan pembangunan SD di Desa Bukit Permai. Saya berharap aspirasi masyarakat ini tidak hanya berhenti sebagai catatan dalam forum rapat, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui program dan penganggaran yang nyata,” kata Wahyu Rizkiana penuh harap.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan melalui instansi terkait agar segera melakukan kajian kebutuhan, menyiapkan perencanaan, serta memasukkan pembangunan SD di Desa Bukit Permai sebagai salah satu program prioritas daerah.

Menurutnya, pembangunan sekolah dasar bukan semata-mata menghadirkan gedung dan fasilitas belajar, melainkan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak, aman, dan mudah dijangkau.

Pemerataan pendidikan, lanjutnya, tidak boleh hanya diukur dari tersedianya sekolah di pusat-pusat permukiman tertentu. Setiap anak, termasuk yang tinggal di Desa Bukit Permai, berhak memperoleh kesempatan pendidikan yang sama tanpa harus terbebani persoalan jarak dan keterbatasan akses.

“Harapan masyarakat Desa Bukit Permai sebenarnya sederhana. Mereka ingin anak-anaknya dapat bersekolah lebih dekat dengan rumah, belajar dengan aman, dan tumbuh dengan kesempatan yang sama seperti anak-anak di desa lainnya,” pungkasnya.

Kehadiran sekolah dasar tidak hanya memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bagian dari pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah kota.

“Jangan biarkan jarak memadamkan api semangat belajar anak-anak, sebab mereka adalah bibit2 calon pemimpin bangsa ini di masa yg akan datang”. Jelas Wahyu Rizkiana.

Penulis

Redaksi

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *