Breaking News

Terekam dalam Percakapan, Kadis Kesehatan Konkep Tawarkan Rp10 Juta per Puskesmas kepada Wartawan

File 000000009eb481fa9ec5a85f71c7e9f5
Bagikan
Lihat Tersimpan

–Reporter: Yan | Editor: Nanang Sofyan-

KONAWE KEPULAUAN — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Bisman Abdullah, terekam menawarkan uang Rp10 juta kepada dua wartawan media online saat bertandang di kantornya pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Ke dua wartawan dimaksud adalah Candra Adiatma media Sultrakabar.com dan Nanang Sofyan media Portalwawonii.com. Tujuan kedua wartawan tersebut untuk meminta tanggapan Kadis Kesehatan Bisman Abdullah soal dugaan pungli yang dilakukan Kapus kepada staffnya yang menerima insentif dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di sembilan Puskesmas di Konkep.

IKLAN
Iklan Portal Wawonii Slot 1

Bisman Abdullah menanggapi sejumlah pertanyaan yang diajukan kedua wartawan bahwa kondisi di sembilan Puskesmas merupakan tanggung jawabnya sebagai Kadis Kesehatan.

“Saya akan bicara langsung semua Kapus karena ini adalah tanggung jawab saya. Tetapi mungkin ada solusi lain yang bisa kita bicarakan. kalau di Puskesmas tanggung jawabku sampaikan apa yang akan dibicarakan solusinya,” kata Bisman. Jumat, 2 Oktober 2026.

Ia mengaku jika persoalan tersebut diberitakan dan menjadi konsumsi publik. maka atabilitas pelayanan di Puskesmas akan terganggu. alasan inilah Kadis Kesehatan menawarkan duit kepada wartawan.

“Terima kasih sudah datang memberi saya informasi hal itu. Ditahan dulu ade ee. Saya bicara langsung semua Kapus. Kita kerja sama yang baik ade. Urusan ku untuk sampaikan masing-masing puskesmas. Sepuluh bisami toh, masing-masing sepuluh ribu bagaimana ade, ok mi,” ucap Bisman saat ditemui diruang kerjanya. Rabu (26/9/2026) lalu.

IKLAN
Iklan Portal Wawonii Slot 2

“Karena kalau terbit lagi akan menjadi bumerang buat kami. Saya tidak mau itu. Makanya saya panggil kita ini ade kita harus kerja sama yang bsik. Akan terganggu psikologis mereka. Makanya saya hadir sebagai pimpinan saya akan sampaikan mereka kits harus dukung, kita bermitra dengan media. Saya kan mau stabilkan ini semua,” tambah Bisman.

Baca juga: HEBOH! Perekam Video Berisi Ejekan, Penghinaan dan Makian Saat Pemasangan Tapal Batas Konservasi Laut Wawonii Diduga Oknum Pejabat Dinkes Konkep, Bakal Dipolisikan

Berakhir Damai! Polemik Video Kadinkes Konkep dan PAAP Wawonii Diselesaikan Lewat Mediasi Polisi

Rapat Kerja Komisi III DPRD Konkep Bersama Dinas Kesehatan – Setahun Rampung, Dewan Soroti Gedung Labkesda yang Belum Difungsikan

Percakapan awal sampai akhir wawancara bersama Kadis Kesehatan Bisman Abdullah telah direkam. Rekaman tersebut akan menjadi bukti kuat seorang pejabat publik telah mempunyai niat menyuap wartawan untuk tidak membongkar pungli yang sudah berulang kali dilakukan dilingkungan Puskesmas.

Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan RI secara resmi mengesahkan regulasi mengenai pemberian insentif bagi petugas Puskesmas melalui skema Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK). Langkah ini diambil melalui Permenkes No. 18 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOK (yang kemudian diperbarui dalam Permenkes No. 18 Tahun 2025) serta didukung oleh pedoman operasional teranyar dalam KMK No. HK.01.07/MENKES/2001/2024.

Kebijakan ini memuat menu khusus bernama Insentif Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM). Lewat aturan ini, pemerintah membagi porsi penyerapan insentif secara berkeadilan, yaitu 85% dialokasikan bagi petugas lapangan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat (seperti Posyandu dan pelacakan kasus), sementara 15% sisanya ditujukan bagi petugas manajemen pendukung program.

Besaran nilai insentif yang diterima setiap pegawai bersifat dinamis karena dihitung berdasarkan indeks kinerja capaian 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), beban kerja wilayah, tingkat pendidikan, serta tanggung jawab jabatan masing-masing petugas. Guna menjaga akuntabilitas, pencairan dana dilakukan setiap bulan setelah Puskesmas menyerahkan laporan kinerja dan bukti penyerapan anggaran BOK periode sebelumnya ke Dinas Kesehatan setempat.

Penulis

Redaksi

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *