Breaking News

Berkah Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polres Konkep Dapat Kendaraan Operasional

IMG 20260922 WA0005
Bagikan
Lihat Tersimpan

Penulis: Yan | Editor: Nanang Sofyan
KENDARI, PORTAL WAWONII– Berkah Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 dengan membawa tambahan dukungan sarana bagi Polres Konawe Kepulauan (Konkep). Polda Sulawesi Tenggara menyerahkan kendaraan operasional yaitu  kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua, untuk memperkuat pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Konkep.

Penyerahan kendaraan tersebut dilakukan dalam rangkaian Apel Besar Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 yang dipimpin langsung Kapolda Sultra Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H., Selasa (22/9/2026).

Kapolda Sultra mengatakan dukungan sarana operasional tersebut diberikan karena Polres Konkep merupakan satuan kewilayahan yang relatif baru. Dengan tambahan kendaraan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan pelayanan, sekaligus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat Konkep.

IKLAN
Iklan Portal Wawonii Slot 1

“Polres Konawe Kepulauan adalah Polres  yang baru terbentuk. Sehingga dalam rangka meningkatkan pelayanan di Konawe Kepulauan, maka kita berikan kendaraan,” kata Kapolda Sultra, Irjen Pol Himawan yang dikutip BeriKabar.co pada Selasa (22/9).

Baca juga: DD Tahap II 89 Desa di Konkep Tuntas Cair September, DPMD Dorong Program Desa Segera Dikerjakan

Kendaraan tersebut diharapkan semakin memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya pelayanan lalu lintas dan upaya menjaga keselamatan masyarakat di wilayah Konawe Kepulauan.

Penyerahan sarana operasional ini juga sejalan dengan pesan utama Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun ini, yakni menempatkan keselamatan manusia sebagai orientasi utama pelaksanaan tugas Polisi Lalu Lintas.

IKLAN
Iklan Portal Wawonii Slot 2

Apel besar tersebut yang berlangsung di Lapangan Polda Sultra itu, Kapolda membacakan amanat Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri yang menekankan pentingnya transformasi pelayanan, penegakan hukum, serta peningkatan keselamatan masyarakat.

“Lalu lintas pada hakikatnya bukan hanya mengenai jalan, kendaraan dan pergerakan, melainkan tentang manusia, keselamatan dan kehidupan. Ukuran keberhasilan tertinggi Polantas bukan semata jumlah pelanggaran yang ditindak ataupun kecanggihan teknologi yang dimiliki, tetapi kemampuan mencegah kecelakaan, melindungi masyarakat dan menyelamatkan kehidupan,” kata Irjen Pol Himawan.

Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun ini mengusung tema “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”. Tema itu menegaskan komitmen membangun Polantas yang modern dalam pemanfaatan teknologi, profesional dalam bekerja, humanis dalam memberikan pelayanan, tegas dan berkeadilan dalam penegakan hukum, serta berintegritas dalam setiap tindakan.

Ia menyampaikan, perjalanan 71 tahun Korps Lalu Lintas Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, perkembangan teknologi, dinamika transportasi serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian menuntut perubahan dalam pola kerja Polantas.

Transformasi tersebut diarahkan dari pola responsif menuju prediktif, dari orientasi kegiatan menuju orientasi dampak, serta dari pendekatan konvensional menuju pelayanan modern berbasis teknologi dan data.

Sebab, keberhasilan Polantas tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan maupun penindakan yang dilakukan, tetapi juga dari meningkatnya keselamatan dan kepatuhan masyarakat, kualitas pelayanan serta kepercayaan publik.

Dalam amanat Kakorlantas, semangat tersebut diwujudkan melalui konsep Polantas Karib, yakni Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif dan Berintegritas.

HEBOH! Perekam Video Berisi Ejekan, Penghinaan dan Makian Saat Pemasangan Tapal Batas Konservasi Laut Wawonii Diduga Oknum Pejabat Dinkes Konkep, Bakal Dipolisikan

Polantas didorong hadir sebagai mitra masyarakat dengan mendengar, memahami, melayani dan memberikan solusi. Kemitraan juga perlu diperkuat bersama pengemudi ojek daring, angkutan umum, angkutan barang dan logistik, komunitas otomotif, dunia pendidikan serta seluruh pengguna jalan.

Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan. Digitalisasi, pengembangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), modernisasi registrasi dan identifikasi kendaraan, serta integrasi sistem diarahkan untuk menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, transparan dan akuntabel.

Namun, teknologi tetap ditempatkan sebagai sarana, sementara masyarakat dan keselamatan manusia menjadi tujuan utama pelayanan.
Dalam aspek penegakan hukum, Polantas juga diingatkan agar tidak menjadikan banyaknya penindakan sebagai ukuran utama keberhasilan. Penegakan hukum harus menjadi instrumen untuk mencegah pelanggaran, membentuk perilaku tertib berlalu lintas dan pada akhirnya menyelamatkan kehidupan. Karena itu, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan edukasi keselamatan.

“Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, hadirlah dengan kepedulian. Ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, berikan kemudahan. Ketika hukum harus ditegakkan, bertindaklah tegas, objektif, berkeadilan, dan tetap menghormati martabat manusia,” jelas Kapolda Irjen Pol Himawan dalam membakan pesan amanat tersebut.

Apel besar tersebut diikuti Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K., Irwasda Kombes Pol. Johanes Pangihutan Siboro, S.H., S.I.K., M.H., Pejabat Utama Polda Sultra, Kapolresta Kendari, Kapolres Konawe Kepulauan, para Kasat Lantas jajaran, personel Polda Sultra, komunitas serta mitra Polri.

Turut hadir perwakilan Jasa Raharja, Balai Pengelola Transportasi Darat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, Dinas Perhubungan, Bappeda, Dinas Kesehatan dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Momentum Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 menjadi kesempatan bagi jajaran Polantas untuk memperkuat integritas, profesionalisme dan kehormatan institusi sebagai salah satu representasi negara yang paling dekat dengan masyarakat di jalan raya. Oleh karena itu, seluruh jajaran diharapkan terus memperkuat transformasi pelayanan, meningkatkan kemitraan dan membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat.

“Satu nyawa sangat berharga. Selamat di jalan, selamat sampai tujuan, semua karena kita.” ujarnya.

Polda Sultra juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis, profesional serta bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara melalui tagline “JAGA BUMI ANOA: Jaga Masyarakat, Jaga Wilayah, Jaga Lingkungan”. 

Penulis

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *