-Reporter: Yan | Editor: Nanang Sofyan-
KONAWE KEPULAUAN, PORTAL WAWONII — Polemik video yang berisi dugaan ejekan, hinaan dan makian terhadap kelompok PAAP Wawonii akhirnya berakhir damai.
Persoalan yang sempat menjadi perhatian masyarakat Konawe Kepulauan tersebut diselesaikan melalui mediasi yang difasilitasi jajaran Polres Konawe Kepulauan, Selasa (22/9/2026).
Mediasi mempertemukan kelompok PAAP Wawonii dengan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Konawe Kepulauan, Bisman Abdullah. Proses penyelesaian berlangsung cukup cepat dan berjalan kondusif tanpa perdebatan berarti dari kedua pihak.
Mediasi dipimpin dan difasilitasi Kasat Reskrim Polres Konkep Iptu Kadek Andayana, bersama Kasat Narkoba Iptu Toyo Sumanto, Kasat Intelkam Iptu Andi Hasanuddin, serta Kanit Tipiter Ipda Novan AH.
Pihak PAAP Wawonii hadir bersama Lembaga Adat Wawonii (LAW). Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Perikanan, TNI AL dan Airud Konkep.
Kasat Reskrim Polres Konkep, Iptu Kadek Andayana, mengapresiasi sikap kedua pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui jalur musyawarah.
Menurutnya, proses mediasi berjalan lancar karena masing-masing pihak memberikan ruang untuk menjelaskan kronologi dan tidak mempertahankan argumen maupun memperpanjang persoalan.
Dalam mediasi tersebut, pihak yang merekam video diberikan kesempatan untuk menjelaskan kronologi hingga rekaman tersebut muncul dan beredar. Setelah itu, kesempatan yang sama diberikan kepada pihak PAAP Wawonii untuk menyampaikan penjelasan.

“Sebenarnya video itu tidak ada niat dan maksud untuk menghina dan memaki atas aktivitas kelompok PAAP Wawonii. Tetapi kita telah saksikan tadi Kadis Kesehatan Bisman Abdullah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf dalam bentuk video dan klarifikasi di media online,” kata Iptu Kadek
Ia menilai sikap kedua pihak yang tidak saling mempertahankan argumen menjadi salah satu faktor penting sehingga proses penyelesaian dapat berlangsung cepat dan kondusif.
“Tidak ada perdebatan, saling mempertahankan argumen. Pelaku perekam video mengakui dan minta maaf. Berjalan lancar sampai selesai,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video berdurasi sekitar dua menit yang memperlihatkan persiapan pemasangan tapal batas kawasan konservasi laut Wawonii beredar di masyarakat pada pertengahan September 2026.
Kemendes Siapkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Informal Desa
Dalam rekaman tersebut terdengar suara yang diduga berasal dari pejabat Dinas Kesehatan Konawe Kepulauan dan dinilai oleh pihak tertentu berisi ejekan, hinaan serta makian terhadap kelompok PAAP Wawonii.
Video tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat dan memicu polemik di Konawe Kepulauan.
Persoalan itu selanjutnya dibawa ke proses mediasi dengan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk aparat kepolisian, pihak PAAP Wawonii, Lembaga Adat Wawonii serta sejumlah instansi terkait.
Melalui mediasi tersebut, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
Penyelesaian melalui musyawarah itu sekaligus mengakhiri polemik yang sempat menjadi perhatian publik Konawe Kepulauan.
Kedua pihak diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan apabila terjadi persoalan serupa di kemudian hari.





Tinggalkan Balasan